A. LATAR BELAKANG

Ki Ageng Ganjur adalah sekelompok generasi muda Muslim dari Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki minat dan bakat di bidang musik. Sebagian besar latar belakang sosial dan pendidikan mereka berasal dari pesantren (pesantren tradisional) dan lulusam IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selain itu, juga ada lulusam ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta. Sebagai bagian dari komunitas pesantren, mereka memiliki pendapat yang sedikit berbeda dalam melihat agama dan budaya. Mereka sangat menghargai budaya lokal, tradisi pendahulu dan modernitas, namun mereka juga tetap menjaga nilai agama mereka (Islam). Mereka menolak segala jenis radikalisme, fanatisme dan formalisme agama. Sebaliknya, mereka mempromosikan nilai-nilai toleran, harmonis, dan humanisme.

Untuk mensimulasikan semangat toleran dan harmoni, Ki Ageng Ganjur telah menggubah musik dengan mengelaborasi berbagai jenis musik yang berbeda, seperti etnis musik (India, Timur Tengah, Jawa, Sunda, dan gaya Batak), musik modern (Jazz, rock, dangdut , pop, dan gaya klasik).

Hal ini bertujuan untuk menyentuh perasaan, hati dan jiwa manusia dan menjembatani semua keragaman manusia. Selain itu, Ki Ageng Ganjur menghidupkan tradisi Islam, dalam hal puisi sufi, pepatah bijak dan sastra Islam yang mereka tempatkan dalam lirik lagu Ki Ageng Ganjur, kemudian diarransemen dengan musik non Islam, seperti lirik salawat badar disertai dengan musik Gregorian dan lirik salawat lainnya diarransemen dengan Shanti Mantra.

Ki Ageng Ganjur didirikan pada tahun 1996 oleh Abdurrahman Wahid, mantan presiden Indonesia, dan dipimpin oleh Al-Zastrouw Ng hingga sekarang. Nama Ki Ageng Ganjur berasal dari seorang ulama (pemimpin Muslim) yang hidup pada zaman Kerajaan Demak. Ki Ageng Ganjur atau Syeikh Abdurrahman adalah tokoh Muslim yang menggunakan musik tradisional untuk dakwah. Dia selalu membawa gong besar yang disebut Ganjur. Itulah yang menyebabkan dia disebut Ki Ageng (besar) Ganjur.

B. VISI DAN MISI

Visi Ki Ageng Ganjur adalah untuk mendorong kerukunan beragama di masyarakat dan menolak semua jenis radikalisme, simbolisme agama dan setiap kekerasan atas nama agama. Misi ini menjadi dasar untuk menciptakan sebuah jenis musik yang memungkinkan untuk mendorong kehidupan harmonis antar pemeluk agama dan keyakinan yang beragam, dan yang memberikan kolam alternatif bagi dialog agama.

C. TUJUAN

  1. Untuk menumbuhkan ekspresi keagamaan secara damai
  2. Untuk melawan arus pemikiran sempit, radikal, kekerasan dalam lingkup keberagamaan
  3. Untuk mengembangkan seni dan budaya yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional dan agama
  4. Untuk mengembangkan seni alternatif yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, damai dan rahmatan lil alamin.
  5. Untuk mengembangkan tradisi lokal untuk memperkaya perkembangan seni Islam

D. KEGIATAN

Kegiatan utama Ki Ageng Ganjur adalah menyusun musik yang memungkinkan untuk mendorong semangat kebersamaan dan religiusitas. Komposisi berasal dari berbagai jenis, modern, musik lokal dan agama tradisional. Komposisi musik dan lagu itu dipentaskan di pesantren, tempat ibadah (masjid, gereja dan pura), tempat umum dan stasiun TV nasional. Dalam performannya, Ki Ageng Ganjur biasanya menggabungkan musik dengan penyampaian nilai-nilai Islam, dialog, dan diskusi tentang berbagai topik yang berhubungan dengan visi Ki Ageng Ganjur, seperti kerukunan beragama, persatuan dan kesatuan bangsa serta persaudaraan sesama manusia dan alam semesta.

Untuk menarik lebih banyak orang dan memeriahkan suasana, Ki Ageng Ganjur sering mengajak artis-artis terkenal untuk tampil atau menyanyikan lagu-lagu mereka.

Selain itu, Ki Ageng Ganjur juga telah melakukan beberapa eksperimen musik. Pada tahun 2005 Ganjur melakukan wayang (wayang kulit) yang disebut Wayang Shimpony mana Ganjur mengubah beberapa pola musik wayang. Ki Ageng Ganjur juga telah berkolaborasi dengan banyak kelompok musik dari gaya yang berbeda, seperti Hip Hop Tony Blackman dari Amerika Serikat, grup musik Hindu dari Bali, Iwan Fals (2009-2010), Group Band Slank (2011-2012), Fadly Padi dan sejumlah artis ibukota lainnya.

Berikut adalah salah satu kegiatan atau kinerja Ki Ageng Ganjur yang diproduksi untuk program televisi nasional :

  1. “Musik Dua Arah,” kombinasi musik religi dengan pop, rock dan musik dangdut. Dilakukan di Televisi Nasional Indonesia (TVRI) pada tahun 2000
  2. “Berbagi Rasa” kombinasi hiburan dan diskusi. Program ini didedikasikan untuk korban Gunung Merapi di Yogyakarta, dilakukan di Televisi Nasional Indonesia (TVRI) pada tahun 2001
  3. “Bangkitlah Bangsaku” tampil di ANTV Jakarta pada tahun 2000
  4. “Ramadhan, Syair Dzikir,” di TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) pada tahun 2001
  5. “Ramadhan, Dendang Kisah Sufi” di TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) pada tahun 2002
  6. “Ramadhan dan Pesantren Budaya,” di TVRI Jakarta pada tahun 2003, di TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) pada tahun 2004, TVRI Jakarta pada tahun 2005, dan TVRI Yogyakarta pada tahun 2006
  7. “Orkestra Wayang Simphoni,” di TVRI pada tahun 2004 dan TPI pada tahun 2005
  8. “Musik Hati” di JTV thn 2011 yang mengulas makna-makna yang terkandung dalam untaian lagu-lagu sholawat.

 

Beberapa acara live yang telah dilakukan sejak tahun 1998 adalah sebagai berikut :

  1. “Concert: Kebangkitan Bangsa” dari Maret sampai Juni 2000 di empat kota: Bandung, Malang, Semarang dan Yogyakarta
  2. “Konser Kebangkitan Nasional,” pada Juni 2001 di Auditan GOR Saburai Lampung.
  3. “Istighotsah” (ritual doa bersama) selama tahun 1998 dan 1999 bekerjasama dengan para pemimpin Muslim di Jawa dan NU
  4. “Tadarus Budaya” bekerjasama dengan Kantata grup musik Taqwa pada tahun 1998
  5. “Tabligh dan Dzikir Budaya” 2002-2005, bekerjasama dengan PT. Djarum untuk membantu Pesantren (sekolah boardinr Islam): lima tempat di Sumatera Barat, lima tempat di Banten, dan lima tempat di Lampung.
  6. “Concert of Two Nations”, bekerja sama dengan kelompok Hip-hop dari Duta Besar Amerika Serikat dan bekerja sama dengan Kedutaan Amerika di Indonesia pada tahun 2006
  7. “Musik Lintas Agama,” 1998-2001, kolaborasi musisi agama yang berbeda dan Islam-Hindu-Lokal agama
  8. “Djarum Concert 2006” bekerjasama dengan lima belas pesantren di Jawa Barat, banten dan Jakarta
  9. “Tari Keagamaan dan Drama: Traveling Sembilan Orang Suci” di Lamongan, Jawa Timur pada tahun 2006
  10. “Konser dan Doa” untuk gempa di Yogyakarta pada tahun 2007
  11. “Konser Jelang Ramadhan” di lima kota di Jawa Timur pada tahun 2007
  12. “Ramadhan, Membangun Hubungan Harmonis” di sepuluh kota di Jawa Barat dan Banten pada tahun 2007
  13. “Tari dan Drama: Kehidupan Sunan Kalijaga” di Demak, Jawa Tengah pada tahun 2007
  14. “Konser Syiar Maulid” di enam kota di Jawa Barat pada tahun 2008
  15. “Borobudur Spiritual Seni,” di Candi Borobudur Jawa Tengah pada tahun 2008
  16. “Ki Ageng Ganjur Culture Mission in The Middle East” (2009} bersama artis ibukota, Mell Shandy, Andi Riff dan Evie Tamala yang mengadakan perform di Qatar dan Uni Emirat Arab.
  17. “Perjalanan Spiritual Iwan Fals dan Ki Ageng Ganjur ke Pesantren” (2009-2010) yang mengunjungi 76 pesantren dan mengadakan konser religi di 76 kabupaten/kota di Indonesia.
  18. “Perjalanan Spiritual SLANK bersama Ki Ageng Ganjur ke Pesantren” (2011-2012) ke 50 pesantren dan mengadakan kknser religi di 50 kota/kabupaten di Indonesia.
  19. “Silaturrahmi Budaya” (2013-2018) di berbagai daerah di Indonesia, mulai darri Aceh, Jawa, Kalimantan, NTB.

 

“Islam Nusantara Roadshow to Europe 2018”
Tim Produksi Roadshow to Europe
PENGARAH: Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj (Ketua Umum PBNU)
TEAM LEADER : Ngatawi Al-Zastrouw l Producer : Arifah Fauzi l Show Manager : Sarah Reno
Road Manager : Habib l Manager Operasional : Samsul l Sound Engineer: Mbah Karno
Dokumentasi dan LO: Uye l Stage Crew: Dody dan Santoso
Music Director: Mamiek, Deden, Abbet l Guest Star: Mell Shandy l Vocal: Kristy dan Devi

Thank’s to :

  1. Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj (Ketua Umum PBNU)
  2. Yeni Wahid (Dir. Wahid Foundation)
  3. Yudi Latif (Kepala BPIP)
  4. Imam Nahrowi (Menteri Pemuda dan Olahraga RI)
  5. Hanif Dakhiri (Menteri Transmigrasi RI)
  6. Eko Putro Sandjojo (Menteri Desa PPT RI)
  7. Muchammad Basuki Hadimuljono (Menteri PUPR)
  8. Triawan Munaf (Kepala Bekraf)
  9. Hilmar Farid (Dirjen Kebudayaan KEMENDIKBUD)
  10. Nadjamuddin Ramly (dir. Warisan dan Diplomasi Budaya)
  11. Azis Nurwahyudi (dir. Diplomasi Publik Kemenlu)
  12. KBRI Den Haag
  13. PCI NU Belanda
  14. PCI NU German

Profil Ki Ageng Ganjur (Ina)

Profile Ki Ageng Ganjur (Eng)

----------------------------------------------

30 March 2018
20.00 - 22.00
Embassy of the Repblic of Indonesia
Avenue de Tervuren 294
1150, Brusslels

----------------------------------------------

31 March 2018
12.00 - 17.00
Universiteit van Amsterdam
CRE Muziekzaal Nieuwe Achtergracht 170
1018 WV Amsterdam
register, click here!

----------------------------------------------

1 April 2018
16.00 - 18.00
Al Hikmah Indonesische Moskee
Heeswijkplein 170
2531 HK Den Haag
register, click here!

----------------------------------------------

3 April 2018
13.00 - 18.00
Consulate General of Indonesia
20146, Hamburg

----------------------------------------------

5 April 2018
18.00 - 21.00
Embassy of the Repblic of Indonesia
Tobias Asserlaan 8
2517KC Den Haag
register, click here!

----------------------------------------------