fasholatan

  • Terjemah Kitab Fasholatan #5

    Kitab Fasholatan

    Membaca Surah-Surah Pendek

    3. Surah Al-Dhuḥā (93).

    بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِوَٱلضُّحَىٰوَٱلَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ

    Dan demi waktu dhuha, pagi. Dan demi waktu malam ketika gelapnya meliputi seluruh malam.

    مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

    Tuhanmu tidak meninggalkanmu, wahai Muhammad! Dan Tuhanmu juga tidak membencimu! Adapun sebab turunnya surah ini yaitu ketika berhentinya wahyu, tidak turun selama lima belas hari. Maka orang-orang kafir Mekkah berkata “Tuhannya Muhammad telah pergi. Dan Tuhannya Muhammad telah membencinya.” Maka turunlah surah adh-Dhuḥā ini.

    وَلَلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ ٱلْأُولَىٰ

    Sesungguhnya akhirat itu lebih baik bagimu, wahai Muhammad, daripada dunia!

    وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰٓ

    Dan Tuhanmu pasti akan menganugerahimu, wahai Muhammad, hingga kamu merasa puas dan rida. Maka ketika itu Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketika itu aku tidak rida jika ada seorang pun dari umatku yang masuk neraka.”

    أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

    Bukankah Allah subḥānahū wa ta‘ālā telah menjadikanmu yatim tanpa ayah? Kemudian Allah subḥānahū wa ta‘ālā menempatkanmu di bawah asuhan pamanmu, Abū Thālib, yang merawatmu dan memeliharamu?

    وَوَجَدَكَ ضَآلًّا فَهَدَىٰ

    Dan kamu, wahai Muhammad, meneukan dirimu tidak memahami al-Qur‘an dan tidak mengerti syariah, tidak pula tahu Islam dan Iman. Maka Allah subḥānahū wa ta‘ālā menunjukkan hidayah kepadamu kepada syariah.

    وَوَجَدَكَ عَآئِلًا فَأَغْنَىٰ

    Dan Allah subḥānahū wa ta‘ālā menjadikanmu sebelumnya dalam keadaan fakir. Kemudian Allah subḥānahū wa ta‘ālā menjadikanmu kaya melalui harta rampasan dan selainnya.

    فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ

    Maka karena demikianlah asalmu, dan melihat begitu baiknya Allah berbuat kepadamu, mulai dari yatim menjadi mulia, tadinya tidak tahu menjadi paham syariat, tadinya fakir menjadi kaya. Maka sekarang janganlah kamu berbuat aniaya terhadap yatim dengan merampas hartanya karena kamu tadinya juga yatim!

    وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ

    Dan kepada pengemis, jangan kamu bentak-bentak dan tuding-tuding(?) karena kemiskinannya, karena kamu tadinya juga fakir.

    وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

    Adapun terhadap nikmat yang telah Tuhanmu berikan kepadamu, maka syukurilah terhadap Tuhanmu dengan cara menceritakannya kepada orang lain.

    Kemudian disunahkan membaca Allāh akbar atau lā ilāha illallāhu wa allāh akbar di setiap akhir surat setelah surat ini.

    Bersambung...

  • Terjemah Kitab Fasholatan #6

    Kitab Fasholatan

    Membaca Surah-Surah Pendek

    4. Surah al-Insyirā (94).

    بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَوَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَٱلَّذِىٓ أَنقَضَ ظَهْرَكَ

    Bukankah telah Aku buka dadamu wahai Muhammad? Aku buka lalu Aku isi dengan ilmu kenabian (nubuwwah) dan kerasulan (risālah). Dan telah Aku kurangi dan Aku buang seluruh kesalahanmu, Muhammad, dan kesalahan umatmu yang membebani punggungmu.

    وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَفَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًاإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

    Dan Aku agungkan dirimu wahai Muhammad, yaitu penyebutan namamu Muhammad. Maka setiap kali nama-Ku disebut, tersebut pula namamu. Di dalam azan dan Iqamat. Dalam tasyahhud shalat. Dalam kutbah-kutbah. Dan dalam berbagai keadaan.

    Pada setiap kesusahan, tentu akan diperoleh kemudahan dan kesenangan. Sesungguhnya bersama dengan susah akan diperoleh mudah dan senang. Nabi Muhammad shallallāhu ‘alaihi wasallam mengalami banyak kesedihan dan kesusahan karena perbuatan kafir Mekkah sebelum hijrah. Maka kemudian beliau mendapatkan kebahagiaan dan kesenangan dengan pertolongan Allah subānahū wa ta‘ālā  berupa fat Mekkah, terbukanya kota Mekkah.

    فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْوَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب

    Setelah kamu selesai shalat lima waktu, wahai Muhammad, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa! Memohon kepada Allah subānahū wa ta‘ālā  kepada Tuhanmu, dengan rendahkanlah dirimu di hadapan Allah subānahū wa ta‘ālā  dan cintailah Allah subānahū wa ta‘ālā ! Dan janganlah sekali-kali kamu memiliki permohonan kepada selain Allah subānahū wa ta‘ālā!

    5. Surah at-Tīn (95)

    بِّسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِوَٱلتِّينِ وَٱلزَّيْتُونِوَطُورِ سِينِينَوَهَٰذَا ٱلْبَلَدِ ٱلْأَمِينِ

    Dan demi masjid Tīn dan masjid Zaitun; atau demi masjid al-aram dan masjid al-Aqsa. Pendapat lainnya, demi kayu ‘Lo’ dan kayu zaitun. Dan demi gunung Thurisina. Dan demi kota Mekkah yang aman bagi orang yang memasukinya.

    لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

    Sungguh kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk dan sebaik-baik rupa.

    ثُمَّ رَدَدْنَٰهُ أَسْفَلَ سَٰفِلِينَ

    Kemudian Kami kembalikan manusia kepada serendah-rendah dan sehina-hinanya keadaan dengan pikun dan suka menimbun barang (Jawa: nusuh). Oleh karena itu, amal ibadahnya berkurang jika dibandingkan dengan masa mudanya.

    إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

    Namun orang-orang mukmin tidak menjadi rendah, hina, atau berkurang amalnya. Mereka masih beramal saleh. Bagi orang mukmin, ganjaran yang tiada putus-putusnya. Sebagaimana disebutkan dalam suatu hadis. Ketika seseorang sampai pada usia yang sangat tua, sehingga menyulitkannya melakukan ibadah yang biasa dilakukannya ketika masih muda, maka dicatat baginya amalan yang biasa dilakukannya ketika masih muda meskipun masa tua menghalanginya.

    فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِٱلدِّينِ

    Maka apakah penyebab yang menjadikan kaum kafir mendustakan ayat-ayat Allah subānahū wa ta‘ālā  setelah datangnya penjelasan dan petunjuk bahwa Allah subānahū wa ta‘ālā  telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk, kemudian mengembalikannya menjadi lemah setelah sebelumnya kuat? Kalian juga mendustakan hari kebangkitan (ba’ts). Yaitu kehidupan setelah mati kemudian hisab, perhitungan amal. Apakah sebabnya sehingga kaum kafir bisa mendustakan adanya wujud hari kebangkitan dan hari kiamat setelah hadirnya penjelasan yang diuraikan? Yang benar adalah dengan tidak sedikitpun mendustakannya.

    أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَحْكَمِ ٱلْحَٰكِمِينَ

    Apakah manusia tidak mengetahui bahwa Allah subānahū wa ta‘ālā  adalah Dzat Yang Maha Menghakimi kepada seluruh orang yang menghakimi?

    Setelah itu hendaknya seorang mukmin berkata: “Iya Tuan, kami bersaksi bahwa sesungguhnya Engkau adalah ahkām al-hākimīn, yaitu berucap:

    بلى وانا على ذلك من الشاهدين

    Demikianlah tuntunan dari Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam.

    Bersambung...

  • Terjemah Kitab Fasholatan #7

    Membaca Surah-Surah Pendek

    6. Surah Iqra’ (96).

    بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَخَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ

    Bacalah wahai Muhammad! Dengan memulainya dengan menyebut asma Tuhanmu. Pemeliharamu Yang telah menciptakan seluruh makhluk. Dan yang telah menciptakan manusia dari darah kental yang berasal dari mani seorang laki-laki dan (sel telur) perempuan. Maksudnya adalah ucapkanlah: بِسْمِ ٱللَّهِkemudian bacalah al-Quran!

    ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِعَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

    Bacalah wahai Muhammad! Adapun Tuhan pemeliharamu itu memiliki sifat Maha Lebih Penyayang. Tidak adasatu makhluk pun yang menyamai sifat kasih-sayang Allahsubḥānahū wa ta‘ālā. Sifat Tuhan-mu adalah Dzat Yang telah mengajarkan manusia ilmu tulis. Manusia pertama yang dididik ilmu tulis adalah tuan kita Nabi Idris ‘alaihis salām. Dan sifat Tuhanmu juga adalah Dzat Yang telah mengajar seluruh manusia ilmu yang tidak mereka tahu sebelumnya, hingga Allahsubḥānahū wa ta‘ālā mengajarkannya. Ayat iqra’ hingga mā lam ya’lam adalah awal permulaan turunnya al-Quran. Oleh sebab itu harus berhenti (waqaf) di mā lam ya’lam.

    كَلَّآ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَيَطْغَىٰٓأَن رَّءَاهُ ٱسْتَغْنَىٰٓ

    Sungguh benar dan pasti bahwa orang-orang kafir selalu bertingkah-laku melampaui batas (lacut). Yaitu ketika dirinya merasa sudah kaya harta. Ayat ini asal muasalnya turun menyangkut Abu Jahal.

    إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجْعَىٰٓأَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يَنْهَىٰعَبْدًا إِذَا صَلَّىٰٓ

    Sesungguhnya kalian semua, wahai manusia, sungguh kalian akan kembali kepada Tuhanmu. Kalian menjadi mati lalu dihidupkan kembali. Kemudian kalian akan dibalas sesuai seluruh keburukan amalmu. Oleh sebab itu, janganlah berbuat dosa, bertindak sewenang-wenang karena kamu kaya harta, jangan! Karena kamu pasti mati. Tidak tahukah kamu, wahai Muhammad, tentang kesewenang-wenangan manusia hingga berani melarang hamba-Ku ketika shalat? Itulah Abu Jahal yang mencegah dan menghalang-halangi Tuan Rasulullahshallallāhu ‘alaihi wasallam ketika shalat. Maka kamu semua patut heran ketika mengetahui “hamba” dalam ayat ini adalah Rasulullahshallallāhu ‘alaihi wasallam. Adapun orang yang menghalangi adalah Abu Jahal.

    أَرَءَيْتَ إِن كَانَ عَلَى ٱلْهُدَىٰٓأَوْ أَمَرَ بِٱلتَّقْوَىٰٓأَرَءَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰٓ

    Bagaimanakah pendapatmu wahai orang yang diajak bicara, bila orang yang dilarang shalat itu justru berada di jalan petunjuk (al-Hudā)? Atau orang yang dihalangi shalat itu adalah orang yang memerintahkan taat kepada Tuhan (taqwā)? Benar atau tidak tindakan pencegahan itu? Tidak!

    Dan bagaimana pendapatmu wahai orang yang diajak bicara, tentang orang yang telah mendustakan Nabishallallāhu ‘alaihi wasallam dan orang yang telah berpaling dari iman? Apakah kamu duga Allahsubḥānahū wa ta‘ālā tidak mengetahui keadaan orang yang melarang dan orang yang dilarang? Dia pasti tahu!

    أَلَمْ يَعْلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ

    Apakah orang yang diajak bicara tidak tahu bahwa sesungguhnya Allahsubḥānahū wa ta‘ālā telah mengetahui bahwa sesungguhnya orang yang dicegah shalat benar-benar di jalan yang penuh petunjuk dan dia memerintahkan taqwa. Dan Allahsubḥānahū wa ta‘ālā juga tahu bahwa orang yang melarang itu adalah orang yang mendustakan Nabishallallāhu ‘alaihi wasallam dan berpaling dari iman. Apakah kamu kira hal itu tidak akan dibalas? Pasti hal itu akan dibalas!

    كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًۢا بِٱلنَّاصِيَةِنَاصِيَةٍ كَٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍ

    Oleh sebab itu, janganlah berbuat demikian! Dan sungguh bila kalian semua tidak berhenti dari kekufuranmu ini, maka akan Aku (Allahsubḥānahū wa ta‘ālā) gelandang melalui ujung ubun-ubun kalian! Aku akan gelandang menuju neraka jahanam. Yaitu ubun-ubun orang yang telah mendustakan dan terus-menerus berbuat dosa. Maksudnya seluruh tubuh orang-orang kafir akan dimasukkan ke dalam neraka dengan cara diseret melalui ubun-ubunnya.

    فَلْيَدْعُ نَادِيَهُۥ

    Silahkan Abu Jahal memanggil seluruh komplotannya berulang kali. Dia berkata kepada Rasulullahshallallāhu ‘alaihi wasallamketika beliau shallallāhu ‘alaihi wasallam  membentak Abu Jahal, “ Hei Muhammad! Apakah kamu tidak mengenalku? Tidak ada seorang pun di bumi Mekkah yang memiliki pendukung sepertiku. Demi Allah jika kamu berani membentak-bentakku lagi, maka sungguh aku akan penuhi kota Mekkah ini dengan kuda-kuda muda dan pemuda-pemuda untuk memerangimu hei Muhammad!”

    Jika Abu Jahal memanggil bala tentaranya itu, maka Aku (Allahsubḥānahū wa ta‘ālā) akan datangkan malaikan Zabaniyah yang kuat-kuat dan keras perangai untuk menghancurkan Abu Jahal.

    Tuan Rasulullahshallallāhu ‘alaihi wasallambersabda, “Apabila Abu Jahal jadi memanggil bala tentaranya, maka pasti malaikat Zabaniyah akan datang dan menggelandang Abu Jahal dengan cepat dan itu dilihat oleh banyak manusia. Oleh sebab itu, Abu Jahal tidak jadi memanggil mereka, maka malaikat Zabaniyah pun tidak jadi datang.”

    كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب

    Jangan kau turuti perintah Abu Jahal itu, wahai Muhammad? Yaitu perintah agar kau meninggalkan salat. Tetaplah salat kamu karena Allahsubḥānahū wa ta‘ālā,wahai Muhammad! Dan bersujudlah dan mendekatlah kepada Allahsubḥānahū wa ta‘ālādengan melakukan berbagai ketaatankarena Allahsubḥānahū wa ta‘ālā! Disunnahkan bersujud bagi siapa saja setiap kali membaca akhir surah ini.

    Bersambung...

    Kitab Fasholatan

  • Terjemah Kitab Fasholatan KH. Sholeh Darat as-Samarani #8

    Membaca Surah-Surah Pendek

    7. Surah al-Qadr (97).

    بِّسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ

    Sesungguhnya Aku, Allah subḥānahū wa ta‘ālā, telah menurunkan al-Qur’an sekaligus dalam sekali turun tiga puluh juz dari lauḥ maḥfuẓ,“Sabak Yang Terpelihara”, ke langit dunia tepatnya di tempat suci yang bernama Baitul ‘Izzah, “Rumah Keagungan”. Kami turunkan pada malam lailatul qadr, “Malam Penentuan”, pada bulan Ramadhan tanggal 27. Kemudian al-Qur’an itu diturunkan sedikit demi sedikit kepada gustiRasulullahshallallāhu ‘alaihi wasallam selama 23 tahun. Setelah sempurna penurunannya, selisih 23 hari, gustiRasulullahshallallāhu ‘alaihi wasallamwafat.

    وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِلَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

    Bagaimana menurut pengetahuanmu, Muhammad, makna darilailatul qadritu? Apakah keutamaan dan keunggulan dari lailatul qadritu? Seakan-akangustiRasulullahshallallāhu ‘alaihi wasallammenjawab, “Hamba tidak mengerti duhai Tuhanku?”.

    Maka Allah subḥānahū wa ta‘ālāmenjawab, “Malam lailatul qadritu lebih mulia dari pada seribu bulan yang tanpa lailatul qadr. Artinya amal kebaikan yang dilakukan di malam lailatul qadritu lebih baik dari pada amal kebaikan yang dilakukan tidak di malam lailatul qadr. Ketika masa diturunkannya al-Qur’an, malam lailatul qadritu jatuh pada tanggal 27 Ramadhan.

    تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍسَلَٰمٌ

    Pada malamlailatul qadr, seluruh malaikat turun dan juga Rūḥul Qudus, “Jiwa Yang Suci”, yaitu malaikat Jibril. Mereka mematuhi perintah Tuhan. Pada malam itu juga diturunkan setiap ketentuan segala hal yang terjadi di tahun depan. Para malaikat itu turun karena hendak memberikan salam kepada seluruh orang beriman dan memberi selamat.

    Malaikat berkata:السلام عليك أيها المؤمنون.

    Bahkan lebih dari itu ucapan salam para malaikat.

    هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ

    Doa keselamatan dari para malaikat itu berlangsung hingga terbitnya fajar. Malamlailatul qadr dijadikan malam keselamatan karena betapa banyaknya malaikat yang memberikan doa selamat kepada orang-orang yang beriman. Artinya malamlailatul qadritu adalah malam keselamatan dan keamanan di mana tidak ada bencana. Turunnya bencana itu terjadi di malam selain malam lailatul qadr.

    Bersambung...