‘Hantu’ Politik Menjelang Pesta Demokrasi di Belanda dan Indonesia ‘Hantu’ Politik Menjelang Pesta Demokrasi di Belanda dan Indonesia Jumat, 09 November 2018 Dalam sebuah percakapan ringan bersama kolega di Belanda, saya pernah mengajukan...
Mencari Beasiswa Magister (S2) di Luar Negeri Mencari Beasiswa Magister (S2) di Luar Negeri Kamis, 14 Jun 2018 Mencari Beasiswa Magister (S2) di Luar Negeri   Oleh: Syahril Siddik, M.A. Wakil...
Ramadan di Belanda Ramadan di Belanda Selasa, 12 Jun 2018 Ramadan di Belanda   Oleh: Syahril Siddik, M.A.   Ini adalah Ramadan...
Dalil-dalil Tawasul dengan Orang Shalih yang Masih Hidup Dalil-dalil Tawasul dengan Orang Shalih yang Masih Hidup Rabu, 06 Jun 2018 Dewasa ini sering berseliweran di tengah-tengah kita tuduhan “bid’ah...

Magelang, NU Online 
 
Selamat
 
Lembaga Dakwah dan Bahtsul Masail Pengurus Cabang Istimewa bekerja sama dengan Komunitas Mata Pena mengadakan "Ayo Menulis, Ayo Belajar Ke Belanda". Kegiatan yang berlangsung di Pesantren Selamat kota Magelang (21-22/1) diisi dengan pelatihan penulisan artikel dan berbagi strategi untuk belajar ke Belanda. 
 
Peserta pelatihan ini dari Pesantren Selamat Kota Magelang dan berbagai utusan berbagai pondok pesantren sekitar serta utusan lembaga dan badan otonom di lingkungan PCNU kota Magelang. Sekretaris PCINU Belanda Nur Ahmad dan Sekretaris Lembaga Dakwah dan Bahtsul Masail PCINU Belanda M. Saiful Mujab turut hadir. 
 
Menulis sesungguhnya melakukan usaha untuk meneguhkan eksistensi keberadaan kita. "Lebih tegas lagi dengan menulis kita adalah umat Islam, kita Aswaja. Lebih dipertegas lagi, kita adalah warga NU." tegas pengasuh Pesantren Selamat KH Abdul Rosyid Ahmad.
 
Abah Rosyid menambahkan bahwa dalam era komunikasi ini, batas dan jarak tak menjadi masalah. “Yang terjadi adalah perang media informasi. “Perang” antarkelompok untuk mempromosikan berbagai macam ideologi dan persebaran hoaks,” jelasnya.
 
Dengan kegiatan seperti ini, lanjutnya, pesantren bisa membekali peserta dengan kemampuan untuk menyebarkan kebaikan dari Islam yang ramah.
 
Di antara narasumber kegiatan itu adalah wartawan NU Online, Mukhamad Zulfa. Ia memberikan materi penulisan artikel. Sementara M. Saiful Mujab dan Nur Ahmad (kedunya aliumnus Vrije Universiteit, Amsterdam, Belanda) membagikan pengalaman dan motivasi kepada peserta agar terus belajar dan menuntut ilmu. 
 
"Kegiatan ini terselenggaraa karena merupakan sedekah ilmu dari kami, PCINU Belanda," tutup Mujab. (Red:Abdullah Alawi)
 
terbit di NU Online

Silaturahmi

Hari ini46
Minggu ini750
Bulan ini2359
Total117250

PCNU depan kecilMewujudkan (Kembali) Islam Nusantara sebagai Identitas Terbuka
Najib Burhani di KORAN SINDO, 19/01/2017 mengonstruksikan apa yang dia sebut sebagai ”genealogi Islam Nusantara” ke dalam tiga babakan sejarah sebagai berikut: (1) fase ketika Islam Nusantara identik dengan.............  selengkapnya

Ubudiyah

Dalil-dalil Tawasul dengan Orang Shalih yang Masih Hidup

Dalil-dalil Tawasul dengan Orang Shalih...

06 Jun 2018

Dewasa ini sering berseliweran di tengah-tengah kita tuduhan “bid’ah aqidah”, yang dialamatkan kepada sejumlah amaliyah umat Islam karena dianggap sebagai praktik di luar ajaran Rasu...

Syariah

Benarkah Nabi Muhammad itu Sesat Sebelum Menjadi Nabi?

Benarkah Nabi Muhammad itu Sesat Sebelum...

10 Agustus 2018

Beredar luas ceramah seorang Ustaz, yang tengah naik daun di kalangan anak muda, yang mengatakan bahwa maulid Nabi Muhammad itu seolah memeringati sesatnya Nabi Muhammad. Karena menurut...

Bahtsul Masail

Hukum Mengqadha, Tetapi Lupa Jumlah Utang Puasa

Hukum Mengqadha, Tetapi Lupa Jumlah Utan...

06 Jun 2018

Assalamu alaikum wr. wb.Redaksi bahtsul masail NU Online. Saya mau bertanya. Saya pernah meninggalkan puasa Ramadhan pada tahun-tahun lalu. Kalau dihitung sejak balig, sudah banyak juga. Saya lup...