‘Hantu’ Politik Menjelang Pesta Demokrasi di Belanda dan Indonesia ‘Hantu’ Politik Menjelang Pesta Demokrasi di Belanda dan Indonesia Jumat, 09 November 2018 Dalam sebuah percakapan ringan bersama kolega di Belanda, saya pernah mengajukan...
Mencari Beasiswa Magister (S2) di Luar Negeri Mencari Beasiswa Magister (S2) di Luar Negeri Kamis, 14 Jun 2018 Mencari Beasiswa Magister (S2) di Luar Negeri   Oleh: Syahril Siddik, M.A. Wakil...
Ramadan di Belanda Ramadan di Belanda Selasa, 12 Jun 2018 Ramadan di Belanda   Oleh: Syahril Siddik, M.A.   Ini adalah Ramadan...
Dalil-dalil Tawasul dengan Orang Shalih yang Masih Hidup Dalil-dalil Tawasul dengan Orang Shalih yang Masih Hidup Rabu, 06 Jun 2018 Dewasa ini sering berseliweran di tengah-tengah kita tuduhan “bid’ah...

Kolofon pada folium 5 recto

Ini adalah bagian folium 5 recto dari manuskrip berkode “Sloane 2645” yang tersimpan di Perpustakaan Nasional Britania Raya, Bagian Manuskrip dan Buku Cetak Dunia Timur (British Library, Department of Oriental Manuscripts and Printed Books). Manuskrip ini berbahan kertas dluwang, berukuran 29 X 18 cm, dan berjumlah 120 folia (Ricklefs, Voorhoeve, dan Gallop 2014).

Pada mulanya manuskrip ini adalah koleksi fondasi ketika Museum Britania Raya didirikan pada 7 Juni 1753 oleh parlemen Inggris. Kode “Sloane” menunjukkan bahwa manuskrip ini adalah koleksi dari Sir Hans Sloane (1660–1753). Sloane adalah seorang fisikawan yang sangat senang mengoleksi barang antik dan berharga sejak 1668. Di akhir hayatnya, Sloane yang mewasiatkan seluruh koleksinya diberikan kepada negara sebagai aset nasional. Termasuk di dalamnya manuskrip yang kita bahas ini.

Saya mendapatkan informasi mengenai manuskrip ini dari disertasi Saiful Umam yang memaparkan secara detail usaha Kiai Sholeh Darat Semarang untuk mempribumisasikan Islam di Jawa abad ke-19 (Umam 2011). Disertasi setebal 280 halaman yang diselesaikan di University of Hawaii ini memang menjadi salah satu rujukan utama saya ketika menulis tesis tentang pandangan tasawuf kiai Sholeh di Vrije Universiteit Amsterdam.

Manuskrip ini yang merupakan catatan makna gandul seorang santri dalam mengaji sebuah kitab fikih ini nampaknya “biasa-biasa saja.“ Bila dilihat secara mikro, satu-per-satu, banyak sekali manuskrip fikih yang merekam catatan makna gandul ini. Gambarannya adalah seperti sekarang, seorang kiai memberikan makna dengan bahasa Jawa atas suatu kitab yang dikaji bersama, sementara para santri mencatat makna itu pada kitab mereka. Bedanya, dahulu kitab itu ditulis tangan sendiri oleh para santri. Sekarang, santri cukup cukup membeli kitab yang akan dikaji di toko kitab yang biasanya ada di dalam atau di lingkungan pesantren. Meskipun begitu, kalau dilihat secara makro, manuskrip-manuskrip yang besar jumlahnya itu memperlihatkan betapa kuat tradisi literasi di lingkungan pesantren kita.

Stempel koleksi Museum Inggris Raya pada folium 120 verso

Perlu dicatat, manuskrip kita ini memiliki beberapa keistimewaan. Pada satu halaman terdapat kolofon kapan catatan ini dibuat. Kolofon ini terlihat unik. Kolofon diungkapkan dengan simbol seperti stempel yang di dalamnya ada tahun. Dengan tinta hitam, di dalam “stempel” itu tertulis “hadhā ishkāluhu/ a-h-d-h / 1545”. Dengan tinta merah, di bawah tahun tertulis keterangan tambahan yang penting “hadhā ishkāluhu min ashkāli al-Jāwī.” Penanggalan ini unik karena menggunakan perhitungan hisab jumal di mana huruf h adalah 5, 4, dan 1, sehingga a-h-d-h berarti 1545. Juga ia unik karena menggabungkan simbol Arab itu dengan dengan perhitungan tahun Jawa, “min ashkāli al-Jāwī”. Jika kita konversikan tahun 1545 tahun Jawa ke tahun masehi akan menghasilkan tahun 1623. Sejauh saya temukan, ini adalah manuskrip pegon tertua. Manuskrip ini ditulis pada pertengahan era Sultan Agung yang berkuasa pada 1613-1645! Pegon adalah tradisi yang sudah berakar sejak lama di masyarakat Jawa, bukan?

Oleh Nur Ahmad, Wakil Sekretaris PCINU Belanda

source https://alif.id/read/nur-ahmad/inikah-manuskrip-pegon-tertua-di-dunia-b205292p/

WhatsApp Image 2017 11 20 at 18.26.22

Silaturahmi

Hari ini21
Minggu ini381
Bulan ini1990
Total116881

PCNU depan kecilMewujudkan (Kembali) Islam Nusantara sebagai Identitas Terbuka
Najib Burhani di KORAN SINDO, 19/01/2017 mengonstruksikan apa yang dia sebut sebagai ”genealogi Islam Nusantara” ke dalam tiga babakan sejarah sebagai berikut: (1) fase ketika Islam Nusantara identik dengan.............  selengkapnya

Ubudiyah

Dalil-dalil Tawasul dengan Orang Shalih yang Masih Hidup

Dalil-dalil Tawasul dengan Orang Shalih...

06 Jun 2018

Dewasa ini sering berseliweran di tengah-tengah kita tuduhan “bid’ah aqidah”, yang dialamatkan kepada sejumlah amaliyah umat Islam karena dianggap sebagai praktik di luar ajaran Rasu...

Syariah

Benarkah Nabi Muhammad itu Sesat Sebelum Menjadi Nabi?

Benarkah Nabi Muhammad itu Sesat Sebelum...

10 Agustus 2018

Beredar luas ceramah seorang Ustaz, yang tengah naik daun di kalangan anak muda, yang mengatakan bahwa maulid Nabi Muhammad itu seolah memeringati sesatnya Nabi Muhammad. Karena menurut...

Bahtsul Masail

Hukum Mengqadha, Tetapi Lupa Jumlah Utang Puasa

Hukum Mengqadha, Tetapi Lupa Jumlah Utan...

06 Jun 2018

Assalamu alaikum wr. wb.Redaksi bahtsul masail NU Online. Saya mau bertanya. Saya pernah meninggalkan puasa Ramadhan pada tahun-tahun lalu. Kalau dihitung sejak balig, sudah banyak juga. Saya lup...