Terkait tragedi penyerangan di kantor majalah satir Charlie Hebdo di Paris, Perancis, Rabu (7/1) lalu, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda lewat Ketua Tanfidziyah, Fachrizal Afandi menyatakan tiga sikap sebagai bentuk keprihatinan kemanusiaan.

“Mengutuk tindakan, pelaku, dan simpatisan penembakan brutal di kantor Charlie Hebdo sebagai bagian dari teror yang bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam,” ujar Fachrizal melalui rilis pers yang diterima NU Online, Ahad, (11/1).

Kemudian, lanjutnya, kami turut berduka cita atas korban penembakan brutal di Charlie Hebdo dan mendukung pemerintah Perancis untuk mengusut kasus ini, menangkap, dan menghukum para pelakunya.

Selanjutnya, tambah Fachrizal, menghimbau semua pihak untuk menjunjung tinggi kerjasama dalam kerangka nilai-nilai kemanusiaan universal.

“Hal ini untuk menghadapi dan menanggulangi merebaknya sikap intoleran, kekerasan, serta ketidak-respek-an (tidak saling menghormati),” pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam insiden yang terjadi di kantor majalah kontroversial di Perancis ini, pelaku teror telah menewaskan 12 orang, 10 jurnalis dan 2 polisi. Korban tewas salah satunya pemimpin redaksi Stephane Charbonnier. Kecaman atas nama kemanusiaan dari tindakan teror ini datang dari berbagai lapisan masyarakat termasuk kelompok-kelompok muslim di Perancis dan Eropa.

Gagasan lainnya

‘Hantu’ Politik Menjelang Pesta Demokrasi di Belanda dan Ind...

09-11-2018

Dalam sebuah percakapan ringan bersama kolega di Belanda, saya pernah mengajukan rasa penasaran saya...

Mencari Beasiswa Magister (S2) di Luar Negeri

14-06-2018

Mencari Beasiswa Magister (S2) di Luar Negeri   Oleh: Syahril Siddik, M.A. Wakil Ketua Tanfidzi...

NAHDLATUL ULAMA DAN PERANNYA DI BELANDA: Sebuah Tinjauan Etn...

01-02-2017

Prolog: Sejarah berdirinya Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di Belanda Keberadaan ja...

Perintah Ilahi: Jangan Memaki Sesembahan Mereka!

26-01-2017

Mari kita bahas Tafsir surat al-An’am ayat 107-108: “Dan kalau Allah menghendaki, niscay...

Mewujudkan (Kembali) Islam Nusantara sebagai Identitas Terbu...

26-01-2017

Najib Burhani di KORAN SINDO, 19 Januari 2017 mengonstruksikan apa yang dia sebut sebagai ”genealog...

Etos Salafi

26-01-2017

Konon, ilmu tidak dapat merubah watak, alih-alih justru memperkuat ekspresinya. Sebuah hikayat mence...

Sedekah Ilmu PCINU Belanda untuk Santri

28-01-2018

Magelang, NU Online      Lembaga Dakwah dan Bahtsul Masail Pengurus Cabang Istim...

Tragedi Charlie Hebdo, Ini 3 Pernyataan Sikap PCINU Belanda

11-01-2015

Terkait tragedi penyerangan di kantor majalah satir Charlie Hebdo di Paris, Perancis, Rabu (7/1) lal...

PERINGATI HARLAH NU KE-91, PCINU BELANDA RANCANG ISLAM NUSAN...

01-02-2017

Belakangan ini ideologi populisme berbasis sentimen primordial kian menguat di berbagai penjuru duni...

Kiai Soleh Darat Semarang: Sang Ghazzālī Jawa

09-12-2017

Martin van Bruinessen menyebutkan bahwa di kalangan para kiai muda sezamannya, Kiai Soleh Darat Sema...