Kitab Fasholatan

Membaca Surah-Surah Pendek

4. Surah al-Insyirā (94).

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَوَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَٱلَّذِىٓ أَنقَضَ ظَهْرَكَ

Bukankah telah Aku buka dadamu wahai Muhammad? Aku buka lalu Aku isi dengan ilmu kenabian (nubuwwah) dan kerasulan (risālah). Dan telah Aku kurangi dan Aku buang seluruh kesalahanmu, Muhammad, dan kesalahan umatmu yang membebani punggungmu.

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَفَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًاإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

Dan Aku agungkan dirimu wahai Muhammad, yaitu penyebutan namamu Muhammad. Maka setiap kali nama-Ku disebut, tersebut pula namamu. Di dalam azan dan Iqamat. Dalam tasyahhud shalat. Dalam kutbah-kutbah. Dan dalam berbagai keadaan.

Pada setiap kesusahan, tentu akan diperoleh kemudahan dan kesenangan. Sesungguhnya bersama dengan susah akan diperoleh mudah dan senang. Nabi Muhammad shallallāhu ‘alaihi wasallam mengalami banyak kesedihan dan kesusahan karena perbuatan kafir Mekkah sebelum hijrah. Maka kemudian beliau mendapatkan kebahagiaan dan kesenangan dengan pertolongan Allah subānahū wa ta‘ālā  berupa fat Mekkah, terbukanya kota Mekkah.

فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْوَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب

Setelah kamu selesai shalat lima waktu, wahai Muhammad, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa! Memohon kepada Allah subānahū wa ta‘ālā  kepada Tuhanmu, dengan rendahkanlah dirimu di hadapan Allah subānahū wa ta‘ālā  dan cintailah Allah subānahū wa ta‘ālā ! Dan janganlah sekali-kali kamu memiliki permohonan kepada selain Allah subānahū wa ta‘ālā!

5. Surah at-Tīn (95)

بِّسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ وَٱلتِّينِ وَٱلزَّيْتُونِوَطُورِ سِينِينَوَهَٰذَا ٱلْبَلَدِ ٱلْأَمِينِ

Dan demi masjid Tīn dan masjid Zaitun; atau demi masjid al-aram dan masjid al-Aqsa. Pendapat lainnya, demi kayu ‘Lo’ dan kayu zaitun. Dan demi gunung Thurisina. Dan demi kota Mekkah yang aman bagi orang yang memasukinya.

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Sungguh kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk dan sebaik-baik rupa.

ثُمَّ رَدَدْنَٰهُ أَسْفَلَ سَٰفِلِينَ

Kemudian Kami kembalikan manusia kepada serendah-rendah dan sehina-hinanya keadaan dengan pikun dan suka menimbun barang (Jawa: nusuh). Oleh karena itu, amal ibadahnya berkurang jika dibandingkan dengan masa mudanya.

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

Namun orang-orang mukmin tidak menjadi rendah, hina, atau berkurang amalnya. Mereka masih beramal saleh. Bagi orang mukmin, ganjaran yang tiada putus-putusnya. Sebagaimana disebutkan dalam suatu hadis. Ketika seseorang sampai pada usia yang sangat tua, sehingga menyulitkannya melakukan ibadah yang biasa dilakukannya ketika masih muda, maka dicatat baginya amalan yang biasa dilakukannya ketika masih muda meskipun masa tua menghalanginya.

فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِٱلدِّينِ

Maka apakah penyebab yang menjadikan kaum kafir mendustakan ayat-ayat Allah subānahū wa ta‘ālā  setelah datangnya penjelasan dan petunjuk bahwa Allah subānahū wa ta‘ālā  telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk, kemudian mengembalikannya menjadi lemah setelah sebelumnya kuat? Kalian juga mendustakan hari kebangkitan (ba’ts). Yaitu kehidupan setelah mati kemudian hisab, perhitungan amal. Apakah sebabnya sehingga kaum kafir bisa mendustakan adanya wujud hari kebangkitan dan hari kiamat setelah hadirnya penjelasan yang diuraikan? Yang benar adalah dengan tidak sedikitpun mendustakannya.

أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَحْكَمِ ٱلْحَٰكِمِينَ

Apakah manusia tidak mengetahui bahwa Allah subānahū wa ta‘ālā  adalah Dzat Yang Maha Menghakimi kepada seluruh orang yang menghakimi?

Setelah itu hendaknya seorang mukmin berkata: “Iya Tuan, kami bersaksi bahwa sesungguhnya Engkau adalah ahkām al-hākimīn, yaitu berucap:

بلى وانا على ذلك من الشاهدين

Demikianlah tuntunan dari Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam.

Bersambung...

Ubudiyah lainnya

Dalil-dalil Tawasul dengan Orang Shalih yang Masih Hidup

06-06-2018

Dewasa ini sering berseliweran di tengah-tengah kita tuduhan “bid’ah aqidah”, yang...

Ramadan di Belanda

12-06-2018

Ramadan di Belanda   Oleh: Syahril Siddik, M.A.   Ini adalah Ramadan ke-3 saya berada di B...

KH Hasyim Asy’ari tentang Saling Bermusuhan atas Nama Agama

13-03-2018

Semakin hari, sebagian masyarakat Indonesia hanyut terbawa arus perbedaan pendapat yang semakin meru...

Terjemah Kitab Fasholatan KH. Sholeh Darat as-Samarani #8

28-01-2018

Membaca Surah-Surah Pendek 7. Surah al-Qadr (97). بِّسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ⦵ إِنَّآ أ...

Terjemah Kitab Fasholatan #7

03-01-2018

Membaca Surah-Surah Pendek 6. Surah Iqra’ (96). بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ⦵ٱقْرَأْ...

Terjemah Kitab Fasholatan #6

23-12-2017

Membaca Surah-Surah Pendek 4. Surah al-Insyirāḥ (94). بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ⦵ أَلَم...

Terjemah Kitab Fasholatan #5

22-12-2017

Membaca Surah-Surah Pendek 3. Surah Al-Dhuḥā (93). بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ⦵وَٱلضُّحَ...

Terjemah Kitab Fasholatan #4

13-12-2017

Membaca Surah-Surah Pendek 2. Surah Al-Ghāsyiyah (88). بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ⦵ هَلْ...

Terjemahan Kitab Fasholatan Karya K.H. Sholeh Darat As-Samar...

23-11-2017

Pembukaan Hendaknya semua orang yang shalat mengerti makna bacaan yang mereka baca ketika shalat. O...

Merevitalisasi Ketaqwaan Umat Islam di Eropa Memasuki Musim...

21-11-2017

Merevitalisasi Ketaqwaan Umat Islam di Eropa Memasuki Musim Dingin[1]   Ibnu Fikri (Ketua Tanfi...