Persatuan Pemuda muslim Eropa  (PPME) Al-Ikhlas bekerja sama dengan Pengurus Cabang istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Belanda menyelenggarakan pengajian akbar dan pembacaan 4.444 shalawat Nariyah di Masjid PPME Al-Ikhlas, Amsterdam, Belanda, Sabtu (22/10). Acara yang diikuti sekitar 200 jamaah ini tergolong spesial karena dihadiri dua pejabat publik, Ridwan Kamil  (Walikota Bandung) dan Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah).

Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 16.30 CET dengan pembacaan shalawat Nariyah yang dipimpin Ustadz Latief Fauzi (pengurus PCINU Belanda ) asal Den Haag. Sebelum membaca shalawat Nariyah bersama para jamaah, ia menjelaskan pengertian, sejarah, hingga manfaat membaca shalawat Nariyah dalam kehidupan sehari-hari. “Semakin banyak kita membaca shalawat Nariyah, Insyaallah akan semakin banyak pertolongan Allah yang datang pada kita,” tegasnya.

Setelah pembacaan shalawat Nariyah, Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo pun mulai mendapatkan kesempatan berbicara. Ridwan Kamil menceritakan pengalamanya yang juga pernah menjadi Muslim minoritas saat tinggal di Amerika beberapa tahun silam, di antaranya merasakan sulitnya mencari masjid di negeri Paman Sam.

“Saya juga pernah merasakan apa yang Bapak Ibu rasakan saat ini. Menjadi minoritas, memang tidak enak, karena sudah tahu tidak enaknya jadi minoritas, saya selalu berusaha maksimal untuk mengayomi kaum minoritas di kota Bandung yang saya pimpin saat ini. Bapak Ibu harus selalu bersyukur memiliki tempat dan komunitas, seperti PPME ini, yang menjadi payung hidup beragama dan bersosial antarsesama masyarakat Indonesia di Belanda,” jelasnya.

Kang Emil, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa Indonesia saat ini dengan penuh optimis tengah terus berbenah mewujudkan mimpi kemerdekaan yang belum sepenuhnya terwujud. “Sudah menjadi tugas kita, baik yang di dalam negeri maupun luar negeri untuk selalu meluangkan waktu dan tenaga mendukung perbaikan masa depan Indonesia yang lebih baik. Baik dengan dukungan moril maupun materil, juga pastinya doa.”

Sementara itu, Ganjar Pranowo di kesempatan berikutnya menyatakan bahwa Islam di Amsterdam harus jadi pelopor dan agen Islam yang damai di seluruh penjuru dunia. Ceramah Gubernur Jawa Tengah ini dikhiri dengan memohon doa, semoga ia dan Ridwan Kamil bisa mengemban amanah tampuk kepemimpinan masing-masing dengan sebaik-baiknya.  

Acara dilanjutkan dengan Shalat Maghrib berjamaah, lalu jamaah berkesempatan untuk foto bersama dengan dua tokoh nasional tersebut sebelum diakhiri dengan sesi ramah tamah.

Ketua PPME Al-Ikhlas Hansyah Iskandar Putera berharap acara ini membawa berkah dan kemaslahatan bagi umat Islam di dunia umumnya dan Indonesia khususnya. “Lebih jauh lagi, juga semoga kehadiran dua tokoh nasional tersebut bias membawa angin segar perubahan bagi organisasi ini di masa depan,” katanya. (Dito Alif Pratama/Mahbib)

Warta PCI NU

KMNU Belanda Diupayakan Jadi PCINU

17-03-2014

Pekan lalu, tepatnya 12 Mei 2012, diselenggarakan pertemuan untuk membahas wadah tempat berhimpun da...

Sarasehan dan Rakor PCI NU Eropa/sekitarnya 16 – 19 Januari...

24-12-2015

PCI NU Belanda mengundang seluruh pengurus PCINU di Dunia, khususnya yang berada di kawasan Eropa d...

Eropa Dilanda Teror, PCINU Belanda Tawarkan Konsep Islam Nus...

09-08-2016

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda bekerjasama dengan Persatuan Pemuda Muslim...